(021) 8462230
Kabupaten Bekasi, 30 Agustus 2025 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian energi berbasis energi terbarukan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Baituss Sa’adah yang berlokasi di Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan daya listrik serta tingginya biaya operasional energi untuk mendukung aktivitas santri dan pengelola pesantren.
Pada kegiatan pengmas ini dibagi menjadi dua tim dimana pada tim satu diketuai oleh bapak Lukman Aditya, ST, MT dengan anggota bapak Ir.Ujang Wiharja, MT, bapak Slamet Purwo Santoso, ST., MT dan juga dibantu dengan beberapa mahasiswa dari prodi teknik elektro. Tim satu ini bertugas untuk melakukan studi potensi dan kelayakan PLTS.
Untuk tim dua diketuai oleh bapak Ir. Abdul kodir Al Bahar, MT dengan anggota bapak Sri Hartanto, ST, MT, ibu Ir. Nurhabihab Naibaho, MT dan juga dibantu dengan beberapa mahasiswa dari prodi teknik elektro. Tim dua ini bertugas melakukan implementasi dari hasil studi dan kelayakan PLTS.
Tahap awal kegiatan dilakukan melalui studi potensi energi surya dengan survei teknis lokasi, meliputi analisis luas area pemasangan panel, orientasi dan kemiringan atap, potensi bayangan, serta estimasi radiasi matahari di Kabupaten Bekasi. Selain itu, dilakukan audit kebutuhan beban listrik harian pesantren sebagai dasar penentuan kapasitas sistem PLTS yang optimal. Berdasarkan hasil kajian tersebut, dirancang sistem PLTS off-grid yang terdiri dari modul surya, solar charge controller, baterai, dan inverter agar dapat beroperasi mandiri tanpa ketergantungan pada jaringan PLN.
Tahap implementasi mencakup pemasangan perangkat, instalasi sesuai standar keselamatan, pengujian kinerja sistem, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan kepada pengelola pesantren. Hasilnya, PLTS off-grid mampu menyuplai kebutuhan listrik dasar secara stabil dan efisien, menekan biaya operasional, serta meningkatkan kesadaran pemanfaatan energi terbarukan, sehingga berpotensi menjadi model penerapan energi bersih di wilayah Kecamatan Tambelang dan Kabupaten Bekasi.
Hasil kegiatan pengmas ini menunjukkan bahwa implementasi PLTS off-grid mampu menyuplai kebutuhan listrik dasar pesantren secara stabil dan efisien, sekaligus menurunkan beban biaya operasional listrik. Selain memberikan manfaat teknis dan ekonomis, program ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan pesantren. Dengan demikian, kegiatan pengmas ini tidak hanya menghasilkan instalasi sistem energi terbarukan, tetapi juga menciptakan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang dapat dicontoh dan implementasikan di wilayah Kecamatan Tambelang dan Kabupaten Bekasi pada umumnya.