(021) 8462230
Bekasi, 3 Februari 2026 – Kolaborasi antara Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa sosialisasi pembuatan kompos dari limbah organik rumah tangga di RW 06 Kelurahan Jaticempaka, Kota Bekasi .
Sebagai nara sumber kegiatan ini adalah dosen Teknik Sipil Bapak Bermando Mangatur Siagian, S.T., M.T. bersama tim dosen Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik UNKRIS . Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga, sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.
Dalam pemaparannya, tim dosen menjelaskan bahwa komposting merupakan metode sederhana namun efektif untuk mengolah sisa makanan, buah, sayuran, ampas kopi, dan ampas teh menjadi pupuk organik. Proses ini memerlukan komposter yang sesuai kaidah, sampah organik yang telah dipilah, kompos suplemen, serta mikroba dekomposer cair yang dicampur dengan air sesuai takaran .
Masyarakat juga diberikan panduan teknis mengenai langkah penggunaan komposter, mulai dari penempatan komposter di lokasi yang teduh, pembuatan starter kompos, pencampuran bahan hingga kondisi lembap, penambahan sampah secara berlapis, pengadukan rutin, hingga proses panen kompos . Penjelasan ini disertai dengan diskusi interaktif agar warga memahami prinsip dasar keseimbangan antara bahan organik, mikroba, dan kelembapan.
Selain itu, peserta memperoleh informasi mengenai bahan-bahan yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam komposter, seperti larangan memasukkan cairan berlebih, minyak, bahan anorganik, serta kotoran hewan tertentu yang berpotensi mengandung patogen . Tim juga membagikan tips penanganan kendala umum, seperti bau tidak sedap, proses yang lambat, munculnya ulat, atau kondisi kompos yang terlalu kering .
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UNKRIS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Edukasi pengomposan di sumber sampah diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan perkotaan.
Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa kompos merupakan nutrisi bagi bumi, dan melalui pengelolaan yang tepat, seluruh sampah organik rumah tangga dapat diselesaikan di sumbernya. Fakultas Teknik UNKRIS berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah lainnya.