KEJAR MIMPI JADI ATLET TAEKWONDO

Menjadi atlet internasional Taekwondo merupakan keinginan dari Mohamad Asep Indriana, mahasiswa program studi ekonomi Universitas Krisnadwipayana.

Pemuda berusia 24 tahun ini mengaku menggeluti Taekwondo sejak masih usia sekolah. “Saya sudah cukup lama menggeluti Taekwondo, tepatnya saat duduk di bangku SMP,” ungkapnya.

Mohamad-sapaan akrabnya- memiliki alasan menggeluti bela diri tersebut. Alasannya sederhana, karena Taekwondo menggandalkan teknik kekuatan kaki.

Ia sangat senang akan hal itu karena Mohamad juga hobi bermain futsal yang mengandalkan kekuatan kaki. “Taekwondo ini banyaknya menggunakan teknik kekuatan kaki, sama dengan futsal. Kebetulan saya senang bermain futsal, jadi nyambung aja sama Taekwondo ini,” katanya.

Perjalanan Mohamad dalam berlatih Taekwondo cukup berliku. Mulai dari pindah-pindah tempat latihan sampai cidera kerap dirasakannya.

“Paling parah saya tidak bisa mengikuti latihan sampai dengan dua bulan lamanya,” tuturnya.

Meskipun diakui banyak halangan dan rintangan dalam latihan, Mohamad  tetap yakin akan meraih mimpinya untuk menjadi atlet internasional Taekwondo yang bisa mewakili Indonesia.

“Kenapa tidak nyerah atau trauma atas cedera yang saya dapatkan, karena mungkin kekuatan hati dan  support dari banyaknya orang terdekat, jadi saya tetap semangat sampai dengan sekarang,” ungkapnya.

Sejumlah penghargaan pernah diraihnya. Antara lain, juara 2 u-58 kg Tirak Internasional Taekwondo Championship Bangkok Thailand 2018, Juara 1 u-58 kg Tirak Internasional Taekwondo Championship Bangkok Thailand 2019, dan juara 3 u-63 kg Pesta Olahraga Antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Dies Natalis UNJ ke-58 2022.

“Satu per satu lomba saya ikuti tentu menjadi sebuah pengalaman serta motivasi untuk saya bangkit dan meneruskan mimpi saya,” pungkasnya.


Sumber : https://radarbekasi.id/2023/05/10/kejar-mimpi-jadi-atlet-taekwondo/