JIWA NASIOALISME KUNCI PEREKAT MASYARAKAT

|| 16 Sep 2021 || Admin ||

Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melalui video sambutannya di acara webinar nasional kebangsaan dengan tema “Jiwa Nasionalisme pada Era Milenial dalam Pandemi Covid – 19” pada Rabu (08/09/2021) yang diselenggarakan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) mengatakan, jiwa nasionalisme merupakan kunci perekat antar masyarakat, antar agama, antar budaya, serta antar daerah di negeri yang kita cintai ini,

Ia mengingatkan dengan jiwa nasionalisme maka NKRI akan tetap terjaga. Meskipun segala jenis tantangan dihadapi di era globalisasi ini. Wagub DKI mengapresiasi Menwa Unkris yang menyelenggarakan acara webinar tersebut dan berharap akan tercipta rasa bangga terhadap Tanah Air dan jiwa nasionalisme dari para generasi muda terutama mahasiswa untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum Wagub DKI menyampaikan kata sambutan, acara webinar tersebut dibuka langsung oleh rektor Universitas Krisnadwipayan Dr. Ayub Muktiono, M.SiP. CIQaR dan di hadiri oleh para narasumber seperti Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri selaku Ketua Umum Purnawirawan Angkatan Darat, Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu, S.H, S.E, M.S, Guru Besar Unkris dan Drs. H.M. Asyik Noorhilmany, M.Si, Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Prov. DKI Jakarta.

Cinta Tanah Air, kata rektor Unkris, adalah bagian dari iman dan implementasi cinta tanah air itu sangat beragam, diantaranya dengan cara mencintai produk dalam negeri, mencintai budaya lokal dan Nusantara, menghargai antara suku bangsa yang satu dengan yang lain, serta rasa toleransi terhadap sesama umat beragama.

Sementara itu, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dalam materinya menyampaikan bahwa Indonesia merdeka merupakan “negara bangsa”, bukan negara agama atau pun negara etnik. Untuk itu, kesadaran kebangsaan (nasionalisme) dan kerelaan berkorban untuk membela bangsa dan negara (patriotisme), menjadi keharusan dan kewajiban bagi setiap warga negara.

Di kesempatan yang sama Prof Bomer Pasaribu mengingatkan bahwa bela negara bagi insan mahasiswa dan generasi muda atau milenial bukan sekadar mempertahankan negara dalam bentuk fisik. Menurutnya dalam penyelenggaraan pertahanan dan keamanan nasional (Hamkamnas), bela negara adalah bagaimana cara mahasiswa generasi muda/milenial mengisi kemerdekaan dengan segala sesuatu yang bermanfaat dalam memajukan bangsa.

“Selain itu penting bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi SDM unggul guna menciptakan peluang memajukan bangsa dengan membangun fundamental values meliputi trust, truth & productive-based,” kata Prof Bomer.

Bela Negara Untuk Generasi Muda

Sedangkan Drs. H.M. Asyik Noorhilmany, dalam materinya menyampaikan Bakesbangpol DKI Jakarta terus berupaya melakukan pembinaan bela negara kepada generasi muda termasuk pada era pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Salah satunya adalah pembinaan bela negara bagi siswa SMA di Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Erlangga dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Selain itu Bakesbangpol DKI Jakarta juga menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas seperti Unkris, Unpar, Universitas Esa Unggul, Unnas, Uhamka, dan lainnya untuk melakukan pembinaan karakter generasi muda.

“Untuk generasi Z kami mengajak mari kita menjaga integritas, kuasai literasi, kuasai komunikasi dan jadilah guru atau role model bagi lingknganmu,” tandas Asyik.

Sumber :
http://www.eksplore.co.id/jiwa-nasioalisme-kunci-perekat-masyarakat/