UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA MENUJU PERGURUAN TINGGI UNGGUL

|| 07 Apr 2021 || Admin ||

Pada Selasa (6/4/2021), Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menyelenggarakan Acara Wisuda Sarjana ke-60, Magister ke-24 dan Doktor ke-8 bertempat di Sentul Internasional Convention Centre (SICC).

Mengingat adanya pandemi corona virus disease (Covid-19), Rektor atas nama Pimpinan Unkris menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tertundanya penyelenggaraan Acara Wisuda Unkris yang seharusnya dilaksanakan pada April dan Oktober 2020 ditunda pelaksanaannya dan digabungkan dengan pelaksanaan Wisuda April 2021, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dengan berat hati pula pada pelaksanaan Wisuda Unkris kali ini tidak dapat mengundang orang tua maupun pendamping wisudawand an wisudawati untuk hadir menyaksikan pelantikan putra dan putri ataupun suami atau istri menjadi seorang sarjana, magister maupun doktor.

Wisuda diikuti oleh 1.507 peserta dari keempat Fakultas, keempat Program Magister dan satu Program Doktoral Ilmu Hukum. Pada wisuda kali ini turut dilantik pulaDr. Siti Ma’rifah, SH, MH yang merupakan putri Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin.

Beliau menyelesaikan pendidikan S1, S2, dan S3 di Unkris, tentunya Unkris merasa bangga karena beliau merupakan salah satu alumni UNKRIS yang sukses dalam mengimplementasikan ilmunya di dalam kehidupan masyarakat.

Undangan terbatas, hanya dari kalangan internal Unkris, yaitu Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Pengawas Yayasan, dan mitra kerja UNKRIS.

Sidang Terbuka Senat Unkris dengan acara tunggal Wisuda Sarjana ke-60, Magister ke-24 dan Program Doktoral ke-8 dibuka dan ditutup  Ketua Senat Universitas (Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, SH, MH), sedangkan pelantikan wisudawan dan wisudawati dilakukan oleh Rektor  Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SiP, CIQaR yang diamping ara Dekan Fakultas Unkris.

Adapun sambutan-sambutan disampaikan Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin, Kepala LLDIKTI Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc, Ketua Pembina Yayasan Unkris Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, SH, MH, Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SiP, CIQaR.

Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SiP, CIQaR berpesan bahwa wisuda bukan akhir dari perjalanan proses pembelajaran wisudawan dan wisudawati.

"Melainkan awal dari proses pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat, berbekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah para wisudawan dan wisudawati dituntut untuk dapat menerapkan ilmunya dalam kehidupan sebenarnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk," papar Rektor Unkris.

Pelaksanaan Acara Wisuda Unkris kali ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Unkris yang ke-69 tepatnya pada tanggal 1 April, dengan tema “Universitas Krisnadwipayana Menuju Perguruan Tinggi Unggul”.

Ditandai dengan serangkaian kegiatan, 2 yaitu Kegiatan Napak Tilas Pendiri, Wayang Kulit (kemasan waktu singkat) Lakon “Wahyu Tri Dharma”, lomba–lomba, pameran hasil karya mahasiswa, webinar kewirausahaan, simposium kebangsaan, dan seminar internasional.

Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Unkris Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, SH, MH mengharapkan agar UNKRIS dapat lebih melebarkan sayapnya lagi dengan membuka Program Studi baru yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, sebagaimana yang telah dijajaki oleh Rektor UNKRIS saat ini untuk membuka Program Studi Farmasi dan Program Studi Ilmu Komunikasi.

Selaku Ketua Pembina Yayasan Unkris menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pimpinan Universitas Krisnadwipayana yang tentunya hasil bersinergi dan berkolaborasi dengan pimpinan fakultas atas keberhasilannya membawa Unkris menjadi lebih baik, maju dan berkembang.

"Semua ini dapat dicapai karena adanya kerja sama yang baik serta dukungan dari semua unsur yayasan sehingga bersatu padu demi Unkris yang jaya," tutur Prof.Gayus Lumbuun.

Sejak berdiri 69 tahun yang lalu hingga saat ini Unkris masih eksis, jika tidak mau tertinggal UNKRIS dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat di era revolusi industri 4.0.

Menurut Prof.Gayus Lumbuun, revolusi industri 4.0 telah  mendorong perubahan peradaban pada masyarakat 5.0 yang semuanya mengarah kepada digitalisasi, ditambah dengan adanya pandemi Covid-19 mempercepat penggunaan teknologi informasi diberbagai bidang kehidupan masyarakat.

"Karena sebagian besar kegiatan harus dilakukan di rumah, termasuk dibidang pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah, atas hingga pendidikan tinggi, yang awalnya pengajaran dilakukan secara tatap muka (offline) sekarang harus dilakukan secara daring (online)," paparnya.

"Semua ini harus dapat diatasi oleh UNKRIS dengan menyediakan perangkat teknologi yang diperlukan dan menyiapkan sumber daya manusia yang melek teknologi," tutupnya. (RO/OL-09)

Sumber :
https://mediaindonesia.com/humaniora/396191/universitas-krisnadwipayana-menuju-perguruan-tinggi-unggul